Ceriwis
Home ┬╗ Umum ┬╗ Inilah Metode Pengobatan Termahal di Dunia Seharga Rp 30 Milliar

Inilah Metode Pengobatan Termahal di Dunia Seharga Rp 30 Milliar

Ilustrasi peneliti di laboratorium.

Ceriwis – Novartis, perusahaan obat asal Swiss, baru saja mendapat izin penggunaan terapi gen ciptaannya untuk mengobati Spinal Muscular Atrophy (SMA). Dengan harga yang ditawarkan, terapi gen bernama Zolgensma itu kini menjadi metode pengobatan termahal di dunia.

Penggunaan Zolgensma untuk sekali pengobatan dibanderol seharga 2,125 juta dolar AS atau sekitar Rp 30,3 miliar. Penggunaan metode pengobatan itu telah direstui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) pada Jumat (24/5). Zolgensma mendapat izin untuk digunakan oleh anak-anak penderita SMA yang berusia di bawah dua tahun.

SMA adalah penyebab kematian akibat genetik tertinggi pada bayi. Penyakit genetik yang menyerang otot dan saraf ini sering menyebabkan penderitanya mengalami kejang-kejang, kesulitan pernapasan, dan bahkan kematian. Jenis SMA yang paling berbahaya adalah SMA tipe 1. SMA ditemukan pada satu di antara 10 ribu kelahiran, dan antara 50 sampai 70 persen di antara bayi-bayi yang lahir itu menderita SMA tipe 1.

“Ini berpotensi sebagai standar baru dalam merawat bayi yang memiliki jenis SMA yang berbahaya,” kata Dr Emmanuelle Tiongson kepada The Guardian.

Tiongson adalah seorang ahli saraf pediatrik di Los Angeles. Berkat sebuah program khusus, ia telah menggunakan Zolgensma untuk menangani pasiennya.

Harga mahal

Pihak Novartis memberikan pembelaan atas harga tinggi Zolgensma. Menurut mereka, metode pengobatan tersebut hanya perlu digunakan sekali saja untuk menangani SMA.

Itu, menurut mereka, jauh lebih baik dibanding melakukan pengobatan SMA yang ada sekarang. Pengobatan SMA yang sekarang digunakan membuat seseorang harus membayar beberapa ratus ribu dolar AS setiap tahunnya.

Sebelumnya, Novartis mematok harga yang lebih mahal, yakni 5 juta dolar AS atau Rp 71,3 miliar per pasien. Tapi pihak Institute for Clinical and Economic Review (Icer) mengatakan bahwa pematokan harga tersebut berlebihan sehingga kemudian Novartis merilis harga baru, yakni sekitar Rp 30,3 miliar.

Novartis.

Novartis mengklaim terapi gennya itu telah digunakan untuk mengobati 150 pasien. Vas Narasimhan, kepala eksekutif Novartis, menyebut Zolgensma sebagai metode pengobatan yang nyaris menyembuhkan SMA jika langsung diberikan setelah si bayi lahir. Meski begitu, The Guardian melaporkan bahwa data yang ada membuktikan kemanjuran terapi itu hanya bertahan sampai lima tahun saja.

Bagaimanapun, Novartis berharap mendapat persetujuan agar terapi gennya bisa digunakan di Eropa dan Jepang pada akhir tahun ini. Terapi gen baru itu akan menjadi saingan metode pengobatan bernama Spinraza milik perusahaan Biogen.

Spinraza mendapat izin penggunaan pada akhir 2016. Pengobatan untuk penderita SMA tersebut memerlukan suntikan infus pada seluruh kanal tulang belakang setiap empat bulan.

Spinraza dibanderol dengan harga 750 ribu dolar AS atau sekitar Rp 10,6 miliar untuk tahun pertama. Selanjutnya pengguna harus membayar 375 ribu dolar AS atau sekitar Rp 5,3 miliar setiap tahunnya. Icer juga pernah mengkritik harga tinggi dari metode pengobatan tersebut.

Melanie Putri

Tidak ada komentar