Ceriwis

Inilah Tips Agar Balita Menuruti Keinginan Orangtuanya

Ilustrasi balita tidak mau makan

Ceriwis – Dalam sebuah riset kecil namun orisinal, sekelompok peneliti menemukan bahwa anak-anak balita berusia tiga tahun ke bawah cenderung menyebut pilihan terakhir yang mereka dengar, bahkan jika itu bukan pilihan yang mereka inginkan. Jadi, ketika orang tua bertanya kepada anak mereka apakah mereka ingin kue atau brokoli untuk makan malam, kemungkinan anak mereka akan memilih yang terakhir.

Kecenderungan anak-anak balita untuk memilih dan menyebutkan pilihan terakhir yang diberikan, bisa menjadi trik bagi orang tua untuk membuat balita mereka melakukan hal yang mereka inginkan. Misalnya makan sayur lebih banyak, tidur siang, minum susu, dan lain sebagainya.

Hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal PLOS One pada 22 Juli 2019.

Anak balita duduk di atas stroller

Dalam riset ini, para peneliti para peneliti bertanya kepada 24 balita yang berusia rata-rata sekitar dua tahun dengan 20 pertanyaan yang masing-masing berisi dua pilihan. Setiap pilihan dari pertanyaan ini telah tergambarkan oleh stiker-stiker yang ditempel di papan tulis dan balita-balita tersebut bisa melihat stiker-stiker itu.

Beberapa pertanyaan yang diajukan melibatkan beruang kutub bernama Rori, seperti, “Apakah Rori tinggal di igloo atau tepee?” Sementara pertanyaan yang lain berpusat di sekitar beruang grizzly bernama Quinn, misalnya, “Haruskah Quinn membawa ransel atau kotak makan siang ke sekolah?”

Dalam tes ini, anak-anak dapat menjawab pertanyaan baik secara lisan, atau dengan menunjuk salah satu stiker di depan mereka.

Setelah semua dari 20 pertanyaan itu diajukan, para peneliti kemudian mengajukan pertanyaan yang sama lagi, tetapi kali ini mereka membalikkan urutan pilihannya. Misalnya menjadi, “Haruskah Quinn membawa kotak makan siang atau ransel ke sekolah?”

Hasilnya, anak-anak balita itu cenderung memilih pilihan jawaban kedua.

balita makan wortel

“Anak-anak mengerti bagaimana ucapan terdengar tetapi belum tentu apa arti kata-kata itu,” kata Emily Sumner, peneliti ilmu kognitif dari University of California Irvine yang menyusun riset ini, sebagaimana dilansir Science Alert.

“Jadi, ketika berbicara, mereka hanya menirukan pilihan yang terakhir disebutkan.”

Menurut Summer, hal ini terkait dengan bias kebaruan di dalam otak mereka. Bias kebaruan ini, katanya, muncul pada anak-anak sampai sekitar usia tiga tahun.

“Orang dewasa dapat membedakan pilihan dan seringkali lebih cenderung memilih yang pertama. Ini disebut bias keutamaan,” katanya. “Tapi anak-anak, terutama balita, yang mungkin tidak tahu bahasa juga, menunjukkan bias kebaruan ketika menanggapi pertanyaan secara verbal, yang berarti pilihan terakhir yang disajikan lebih sering mereka pilih.”

Menurut Summer, hal ini bisa sangat berguna. Terutama jika orang dewasa ingin secara positif memengaruhi pilihan anak mereka, atau mendapatkan jawaban yang lebih jujur dari anak mereka.

Clara Marissa