Inilah Yang Terjadi pada Tubuh Jika Kita Selalu Menggunakan Ponsel

AleksandarNakic

Kita pasti sulit untuk pergi ke mana pun tanpa melihat setidaknya satu orang terpaku pada ponsel mereka saat ini. Hampir semua orang di planet ini punya ponsel, dan menurut Morningside Recovery Rehabilitation Center, ada sekitar enam miliar langganan ponsel di seluruh dunia. Kebanyakan orang tidak hanya menggunakan ponsel untuk mengirim pesan dan menelepon lagi; ponsel terus berbunyi dan berdering dengan pemberitahuan dari email, Facebook, Twitter, Instagram, dan platform media sosial lainnya.

Juga, dengan munculnya aplikasi permainan, orang tua sering kali memberi anak-anak mereka ponsel di tempat umum untuk membuat mereka terhibur dan menghindari berulah. Sementara ponsel bisa membantu kita tetap berhubungan dengan satu sama lain, mereka juga punya sisi gelap yang kita semua harus sadari. Ponsel memancarkan radiasi, karena mereka adalah pemancar frekuensi radio. Meskipun mereka beroperasi pada frekuensi rendah, paparan berlebihan terhadap ponsel bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang secara serius bisa menghambat kualitas hidup kita.

Inilah yang terjadi pada tubuh jika kita terlalu sering menatap layar ponsel:

Secara negatif memengaruhi emosi dan bisa menyebabkan perilaku antisosial.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Essex di Inggris, para peserta merasakan perasaan negatif terhadap orang yang mereka ajak bicara ketika ada ponsel terlihat. Peneliti menanyai 34 pasangan asing yang berbeda untuk membahas baik topik ringan maupun peristiwa penting pribadi yang terjadi dalam kehidupan mereka. Setengah dari peserta membawa perangkat mobile, sementara yang lain membawa laptop di atas meja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang membahas peristiwa serius dalam kehidupan mereka dengan adanya laptop yang terlihat merasa percaya dan dekat dengan orang asing, tidak seperti orang-orang yang membawa ponsel.

Hal ini secara langsung membuktikan bahwa ponsel dapat mengganggu hubungan, terutama jika orang-orang melakukan percakapan dari hati ke hati. Belum lagi, menggunakan ponsel secara berlebihan bisa mempromosikan perilaku antisosial dan membuat orang kehilangan keterampilan sosial yang berharga.

Meningkatkan tingkat stres dalam tubuh.

Gencarnya bunyi dan dering ponsel dan impuls kita untuk memeriksa notifikasi ini bisa menyebabkan tingkat stres yang merugikan dalam tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg di Swedia menemukan bahwa wanita yang menggunakan ponsel mereka secara berlebihan rentan terhadap gangguan tidur dan stres, sementara penggunaan ponsel yang tinggi pada pria dikaitkan dengan depresi dan gangguan tidur.

Terus-menerus memeriksa telepon telah menyeret kita keluar dari momen saat ini dan membuat kita cemas tentang masa depan dengan memikirkan siapa yang akan menelepon atau mengirim pesan berikutnya, atau apakah bos kita akan mengirimkan email penting segera. Kita telah menjadi budak dari ponsel kita, tapi salah satu cara untuk membalikkan perilaku ini adalah dengan mengatur waktu setiap hari untuk memeriksa ponsel kita. Jangan menyimpang dari jadwal, dan kita akan segera melihat bahwa stres kita lebih mudah dikelola, dan kita punya lebih banyak waktu luang untuk melakukan hal-hal lain yang kita nikmati.

Melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Apakah kamu tahu bahwa ponsel bisa mengandung lebih banyak kuman dan bakteri daripada yang ditemukan di kursi toilet? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Queen Mary, University of London, para ilmuwan mengambil sampel dari 390 ponsel dan tangan berbeda untuk mengukur tingkat bakteri. Mereka menemukan bahwa 92 persen dari ponsel tersebut mengandung bakteri, serta 82 persen bekas usapan tangan. 16 persen dari ponsel dan usapan tangan mengandung E. Coli. Namun, kita bisa mengurangi jumlah bakteri di ponsel hanya dengan mengurangi penggunaannya, dan mencuci tangan lebih sering.

Meningkatkan risiko sakit kronis.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Swedia, mengetik secara berlebihan khususnya dapat menyebabkan nyeri leher, punggung, dan tangan jangka panjang. Melakukan sesuatu berulang-ulang bisa mengiritasi jaringan dalam tubuh, sehingga menyebabkan peradangan, yang pada gilirannya menimbulkan rasa nyeri. Mengetik biasanya membutuhkan ibu jari, dan radang sendi basal di pangkal ibu jari bisa mengakibatkan arthritis karena rusaknya persendian. Sakit punggung dan leher timbul akibat mengetik dalam posisi membungkuk, yang mengarah pada sikap tubuh yang buruk. Kebanyakan menggunakan ponsel mereka pada sudut 60 derajat, yang setara dengan sekitar 60 pon tekanan pada leher dan tulang belakang.

Untuk memperbaikinya, cobalah memegang ponsel kamu lurus di depan, dan pastikan untuk sering-sering meregangkan leher dan otot punggung kamu.

Mempertinggi peluang terjadinya masalah penglihatan.

Meskipun hal ini mungkin tidak akan mengejutkan, cukup mengejutkan bahwa banyak orang sudah tahu tentang hubungan antara masalah penglihatan dan penggunaan berlebihan dari ponsel dan komputer, tapi melakukan sedikit saja sampai tidak melakukan apa dengan hal itu. Menurut The Vision Council, lebih dari 70 persen orang Amerika entah tidak tahu atau menyangkal bahwa mereka bisa mengalami masalah penglihatan akibat menatap layar ponsel dalam jangka waktu yang lama.

Pastikan untuk meluangkan waktu istirahat dari ponsel kamu, dan coba untuk tidak memicing atau meregangkan mata kamu saat membaca SMS. (Power of Positivity)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *