Ceriwis

Karena Situasi Belum Kondusif, Kominfo Masih Blokir Internet di 6 Kota Papua

Warga melakukan aksi dengan pengawalan prajurut TNI di Bundaran Timika Indah, Mimika, Papua.
Ceriwis – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara bertahap membuka pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat. Upaya ini dilakukan sejak Rabu (4/9).
Hingga Senin (9/9), Kominfo telah membuka kembali akses internet di Papua dan Papua Barat, sehingga meninggalkan enam wilayah saja yang masih diblokir. Keenam wilayah tersebut adalah empat kabupaten/kota di Provinsi Papua yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Jayawijaya.
Kemudian, dua kota di Papua Barat yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong. Keenam wilayah itu masih belum sepenuhnya kondusif, sehingga tidak memungkinkan untuk dibuka akses internet.
Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menjelaskan, enam wilayah di Papua dan Papua Barat akan terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk membuka akses internet secara bertahap di Papua dan Papua Barat.
Fedinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo
“Pemerintah secara bertahap terus melakukan pembukaan kembali layanan data internet di kedua provinsi tersebut. Pembukaan secara bertahap dilakukan sejak Rabu (4/9) dan terus berlanjut hingga Senin (9/9),” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Ceriwis, Senin (9/9).
Saat ini, dari 29 kabupaten/kota di wilayah Papua Barat, ada 25 wilayah yang sudah dibuka kembali blokir atas layanan data internet, yakni Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nabire.
Sementara dari 13 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua Barat, terdapat 11 kabupaten yang sudah dibuka akses layanan data internet yakni: Kabupaten Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong.
Demonstrasi damai warga Papua di Kantor Walikota Sorong, Rabu (21/8).
Konten hoaks terus menurun
Ferdinandus Setu juga menjelaskan konten hoaks, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019.
Lebih lanjut, puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500. Distribusi hoaks terus menurun hingga 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, lalu menurun menjadi 6.060 url di tanggal 6 September 2019.
Kominfo juga telah menyiagakan mesin AIS untuk terus bekerja menyaring hoaks dan konten negatif lainnya di internet. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan, dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan berlangsung cepat di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat.

Bella Priscilla