Ceriwis

Mari Belajar Tentang Pola Tanam Polikultur Lebih Jauh!

Photo

Ceriwis – Pola tanam monokultur hingga masih sering diterapkan oleh petani di sebagian besar daerah di Indonesia. Akan tetapi, pola tanam seperti ini memiliki kekurangan. Salah satunya adalah hasil panen yang ada hanya satu jenis tanaman saja. Sehingga, bila harga hasil panen di pasaran anjlok maka kesejahteraan petani pun menjadi terganggu.

Oleh karena itu saat ini mulai digalakkan kembali pola tanam polikultur. Pola tanam ini menitikberatkan pada penanaman berbagai ragam jenis komoditas pada satu bidang lahan. Penanaman ini dilakukan secara terencana dan tersusun dengan mengedepankan aspek lingkungan lebih baik. Berikut ulasan singkat mengenai pola tanam polikultur yang perlu diketahui.

Keuntungan polikultur

Meskipun pola tanam polikultur membutuhkan banyak tenaga pada saat penanamannya, namun di sisi lain juga memberikan keuntungan yang lebih kepada para petani. Bila dibandingkan sistem monokultur, polikultur dirasa lebih baik dalam hal mencegah terjadinya penyakit menular pada tanaman. Di samping itu, pola tanam polikultur membuat tanah semakin subur. Hal ini disebabkan karena keragaman tanaman bisa menciptakan habitat baru bagi mikroorganisme tanah yang mana ini sangat menguntungkan dalam proses pertumbuhan tanaman.

Dari segi keuntungan pendapatan, jelas polikultur memberikan dampak positif bagi petani ketika musim panen tiba. Sebab, petani akan mendapatkan komoditas hasil panen yang berbeda-beda. Semisalnya ketika harga satu komoditas turun, masih ada komoditas hasil panen lainnya yang masih stabil. Dengan demikian, para petani tidak terlalu rugi baik dari segi waktu maupun finansial.

Jenis pola tanam polikultur

Pola tanam polikutur berdasarkan jenisnya terbagi menjadi lima metode. Metode tersebut di antaranya adalah tumpang sari, tumpang gilir, bersisipan, campuran, dan bergiliran. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai jenis tersebut:

• Tumpang sari

Pola tanam polikultur tumpang sari adalah lebih dari satu jenis tanaman pada waktu yang sama selama periode tanam yang juga sama. Dengan pola tanam tumpangsari akan mengurangi risiko gagal panen dan menekan pertumbuhan gulma. Contohnya saja pada tanaman jagung bisa dilakukan tumpang sari dengan tanaman kedelai.

• Tumpang gilir

Bila tumpang sari dilakukan pada periode tanam tertentu maka tumpang gilir dapat dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun. Namun, perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi lahan, cuaca dan sebagainya. Pola tanam polikultur jenis ini juga sering disebut dengan multiple cropping.

• Tanaman bersisipan

Relay cropping atau tanaman bersisipan dalam pola tanam polikultur adalah dengan cara menyisipkan satu maupun beberapa jenis tanaman berbeda selain tanaman pokok. Untuk jenis satu ini dapat dicontohkan pada tanaman jagung yang bisa disisipkan di antara tanaman kacang tanah. Kemudian saat jagung memasuki masa menjelang panen bisa disisipkan dengan kacang panjang.

• Tanaman campuran

Sementara itu tanaman campuran lebih menekankan pada pola tanam yang terdiri dari berbagai macam jenis dengan memperhatikan jarak tanam di setiap lariknya. Jadi, semua jenis tanaman trsebut bercampur menjadi satu dalam sebuah lahan pertanian. Keunggulannya adalah memang lebih efisien, namun cara ini juga riskan terhadap hama dan penyakit. Tanaman yang cocok menggunakan pola seperti ini adalah jagung, kedelai, dan ubi kayu.

• Tanaman bergiliran

Jenis pola tanam polikultur berikutnya adalah dengan cara bergiliran. Caranya adalah dengan menanam dua jenis tanaman atau lebih yang biasa dilakukan secara bergiliran. Jika salah satu tanaman berhasil dipanen, maka lahan pertanian tersebut akan ditanami dengan jenis tanaman baru lainnya dan begitu seterusnya.

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pola tanam polikultur memang memberikan banyak manfaat bagi para petani. Baik dari segi penyuburan lahan, hingga keuntungan secara finansial. Dampak positifnya dari hal tersebut ialah kesejahteraan petani menjadi semakin meningkat dan dalam tahap lebih lanjut sistem pola tanam polikultur bisa menjadi solusi alternatif kelangkaan bahan pangan.

Bella Priscilla

Tidak ada komentar