Melakukan Rutinitas Pagi yang Bermakna Akan Membuat Kamu Lebih Sukses

Ryan Pierse/Getty Images

Bagi sebagian besar anak saya dan dalam kehidupan dewasa saya, saya tidak pernah menganggap diri saya “orang pagi”. Saya burung hantu malam.

Selama karier sekolah arsitektur saya, saya bekerja sepenjang malam dan tidur pada pagi hari. Saat saya mulai bekerja di sebuah perusahaan arsitektur, saya menyesuaikan diri dengan bangun pukul 7 pagi … tapi saya tidak menikmatinya. Saya akan bangun sesiang mungkin, melewatkan sarapan, buru-buru bekerja, dan kemudian merasa seolah-olah saya sedang berusaha mengejar ketinggalan sehari penuh. Rutinitas seperti ini akan mengorbankan kesejahteraan fisik dan mental kamu dan berdampak besar pada produktivitas kamu.

Sekarang, saya bekerja dari rumah untuk diri saya sendiri di berbagai bisnis, dan saya dengan senang hati bangun sekitar 05:30 pagi setiap hari. Bahkan pada akhir pekan, saya biasa bangun pukul 07:00.

Bisa jadi itu karena saya menikmati pekerjaan yang saya lakukan dan saya bertanggung jawab kepada diri saya sendiri saja. Namun, saya pikir itu lebih berkaitan dengan fakta bahwa saya telah belajar banyak tentang bagaimana menciptakan kebiasaan baik dan rutinitas pagi itu sangat penting untuk kesuksesan seumur hidup. Rutinitas pagi menentukan nada untuk sepanjang hari, dan jika kamu melakukannya setiap hari dengan benar, kamu akan menjalani kehidupan dengan benar.

Salah satu tujuan saya untuk awal tahun ini adalah melakukan rutinitas pagi yang baik untuk mempersiapkan saya sepanjang hari. Ini dimulai ketika saya membaca “The Miracle Morning” karya Hal Elrod pada Januari. Saya tahu bahwa tidak punya rutinitas pagi dan merasa kewalahan dan tidak terorganisasi adalah dua hal yang berhubungan.

Saya harus bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, dan langkah pertama adalah menciptakan kebiasaan yang baik.

Hal pertama yang perlu saya lakukan adalah berhenti meyakini bahwa saya adalah “burung hantu malam”.

Selama beberapa bulan terakhir ini saya sudah “menumpuk kebiasaan” untuk menciptakan rutinitas pagi yang berguna bagi saya. Menumpuk Kebiasaan adalah cara untuk membangun sebuah kebiasaan baru ke dalam hidup kamu dengan menumpukkannya pada sesuatu yang saat ini sedang kamu lakukan.

Sebagai contoh, sebelum saya sikat gigi di pagi hari (kebiasaan saat ini) saya akan merenung (kebiasaan baru) selama 3 menit. Saya telah menemukan ritual pribadi yang telah saya tetapkan untuk diri sendiri telah membantu menempatkan saya dalam pola pikir yang benar dan mengimbangi penundaan pagi apa pun.

Flickr/Cody Long

Alasan bagus lain untuk membuat ritual pagi adalah demi menghindari kelelahan mental.

Kita hanya punya sejumlah energi dan kemauan ketika kita bangun setiap pagi, dan perlahan-lahan akan terkuras habis dengan keputusan demi keputusan. Ini terutama berlaku jika kamu membuat ratusan keputusan kecil di pagi hari itu yang tidak berarti apa-apa tapi akan memengaruhi bagaimana kamu membuat keputusan sepanjang hari. Cobalah untuk membuat satu jam pertama hari kamu bervariasi sesedikit mungkin dengan suatu rutinitas.

[AdSense-A]

Menghindari kelelahan mental adalah alasan Mark Zuckerberg memakai hal yang sama setiap hari. Tahu persis seperti apa 90 menit pertama hari saya itu sangat ampuh, karena itu membantu saya merasa terkontrol dan non-reaktif, yang pada gilirannya mengurangi kecemasan dan memastikan saya lebih produktif sepanjang hari.

Kamu tidak akan pernah mengubah hidup kamu sampai kamu mengubah sesuatu yang kamu lakukan sehari-hari. Rahasia sukses kamu ditemukan dalam rutinitas harian kamu.—John C Maxwell

60 menit pertama dalam hari saya:

1. Bangun dan minum segelas air es

Setelah 6-10 jam tanpa cairan apa pun, kamu perlu merehidrasi dan bangun. Minum air adalah cara bagus untuk memicu metabolisme kamu, terutama ketika minuman itu air es.

2. Peregangan atau latihan 7 menit

Sedikit peregangan ringan di pagi hari adalah semua yang diperlukan untuk melepaskan kepeningan dan melenturkan badan untuk sehari ke depan. Hanya butuh beberapa menit, tapi dengan melakukan peregangan dasar, inilah yang saya lakukan. Saya menggunakan aplikasi latihan 7 menit.

3. Mandi air dingin (3 menit)

Ketika pertama kali saya mendengar teman bicara tentang mandi air dingin di pagi hari, saya pikir mereka gila. Lalu suatu hari pada pertengahan Februari saya memutuskan untuk mencobanya. Saya tidak berbohong: rasanya edan. Namun, saya merasa begitu bersemangat dan hidup setelahnya sehingga saya melakukannya setiap hari sejak itu. Jika kamu sedang mempertimbangkannya, bersiaplah tidak nyaman pada awalnya, tapi juga berharaplah untuk merasa lebih segar dan hidup daripada sebelumnya. Juga, ini punya banyak manfaat kesehatan.

4. Sikat gigi dan berpakaian

Adrees Latif/Reuters

5. Meditasi

Mungkin bagian paling penting dari rutinitas saya adalah membersihkan pikiran saya agar saya bisa fokus untuk sepanjang hari. Saya baru sekali melakukan meditasi. Saya baru menambahkannya ke dalam kehidupan sehari-hari saya 6 bulan terakhir.

Saya pribadi menggunakan ikat kepala Muse karena, sebagai pemula, saya mengalami kesulitan belajar bagaimana bermeditasi dan memahami ketika pikiran saya melayang-layang. Muse mendeteksi sinyal otak saya untuk memberitahu kapan otak saya tenang dan fokus dan kapan tidak. Ini tidak penting untuk meditasi. Saya juga pernah mendengar hal hebat tentang aplikasi Headspace.

Sejak memulai kebiasaan sehari-hari meditasi saya telah melihat peningkatan besar dalam fokus, produktivitas, dan tingkat stres saya sepanjang hari.

6. Membuat kopi antipeluru (+ kadang-kadang mencuci piring)

Saya sudah melakukan puasa antipeluru sebentar-sebentar sejak Oktober/November tahun lalu, jadi saya hanya minum kopi BP di pagi hari. Selagi kopi dibuat, saya menggunakan beberapa menit untuk mencuci beberapa piring. Tidak ada yang pernah bisa menuduh saya menjadi “pembersih”, tapi saya gemar cuci piring di pagi hari sehingga saya bisa berpikir sepanjang hari saya. Itu juga membuat saya merasa seolah-olah saya sudah mencapai sesuatu, yang merupakan cara bagus untuk memulai hari.

7. Membaca (20 menit)

Membaca 20 menit ini bermanfaat besar bagi saya. Tidak hanya menyenangkan, tapi membaca buku tentang pola pikir, pertumbuhan pribadi, dan bisnis menginspirasi saya di awal hari dan membuat arus kreatif mengalir.

8. Menulis singkat (15-20 menit)

Bagian dari rutinitas pagi saya ini baru-baru saja dilakukan dan merupakan proses kreatif. Ini adalah aktivitas menulis 750 kata (sekitar 3 halaman) setiap pagi. Ini bukan blogging atau apa pun yang akan saya publikasikan pada dunia.

Ini adalah arus kesadaran dari apa pun yang ada di pikiran saya, pada dasarnya telaah otak atas ide-ide bisnis, kehidupan, dan keputusan lainnya. Apa pun yang saya ingin jernihkan dari pikiran, itu membuat otak saya bekerja dan berpikir lebih kreatif.

[AdSense-B]

Flickr/daniel sandoval

9. Menulis tujuan harian (5 menit)

Setiap pagi saya menuliskan tujuan-tujuan saya. Pertama, saya menuliskan tujuan jangka panjang yang sedang saya kerjakan. Saya menuliskannya setiap hari untuk menjaga saya sadar akan arah saya sehingga saya tidak keluar jalur. Lalu, saya menuliskan target hari ini, yang merupakan 3 hal yang harus saya capai untuk mendekatkan saya pada tujuan jangka panjang.

Saya biasanya membuat Peta 13-minggu sebelumnya yang berisi tujuan-tujuan saya yang dipecah-pecah sesuai kronologi. Hal ini merencanakan struktur sehingga saya tahu apa yang harus kerjakan selama 3 bulan pada suatu waktu.

10. Rencana harian (3 menit)

Saya membagi-bagi hari saya dalam rentang 30 menit, memasukkan panggilan atau janji yang saya miliki, dan kemudian menjadwalkan tugas saya untuk hari itu. Saya selalu menempatkan hal paling penting (kebetulan biasanya hal paling tidak menyenangkan) lebih dulu sehingga saya memastikan hal itu akan dilakukan. Saya mencoba untuk tidak pernah menjanjikan pertemuan atau janji apa pun sampai sore hari jika saya bisa melakukannya karena pagi saya adalah jam-jam puncak produktivitas saya yang sakral.

Lalu saya mulai bekerja.

Saya tidak melihat telepon, email, Facebook, atau Twitter saya sampai saya menyelesaikan tugas besar pertama harian saya. Saya mematikan inbox saya malam sebelumnya sehingga, di pagi hari, jika saya harus mengirimkan email, saya bisa melakukannya tanpa dibombardir dengan surat masuk. Ingat, email adalah permintaan waktu dari orang lain. Prioritaskan tujuan dan tugas kamu lebih dulu sebelum melihat email sehingga kamu tidak masuk ke dalam modus reaktif, bertentangan dengan modus proaktif.

Rutinitas pagi saya hanya butuh satu jam lebih. Saya menekankan sekali pentingnya rutinitas pagi, karena itu akan mempersiapkanmu untuk satu hari—dan kehidupan—yang sukses. Dengan begitu, apa yang saya lakukan bukan untuk semua orang. Saya bereksperimen dengan beberapa hal berbeda dan mencari tahu apa yang berguna bagi saya. Kamu harus melakukan hal yang sama. Segera kamu akan tahu apa saja yang berguna bagi kamu, dan kamu akan menikmati memulai hari kamu. (Cathryn Lavery)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *