Ceriwis

Memahami Maksud Pengguna Lebih Baik, Kini Bisa Dilakukan oleh Mesin Pencari Google

Seorang pria membuka laman Google dari gawainya di Jakarta.
Ceriwis – Pernahkah kamu mencari sesuatu di Google Search, namun yang keluar adalah hasil yang tidak relevan dengan apa yang kamu cari? Jika iya, Google baru-baru ini menyematkan teknologi baru yang bakal mempermudah untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan apa yang kamu cari.
Google resmi memperkenalkan BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) di Indonesia pada Selasa (29/10). Dengan BERT, Google menggunakan teknik jaringan baru agar mesin pencariannya dapat memahami maksud pengguna dengan lebih baik.
Google mengklaim bahwa pencarian di layanan Search sekarang dapat menawarkan hasil yang lebih relevan sekitar satu dari 10 pencarian dalam Bahasa Inggris. Meski hanya meningkat 10 persen, ini merupakan sebuah kemajuan di dunia layanan pencarian web.
“Hal ini adalah kemajuan terbesar dalam lima tahun terakhir ini, dan juga merupakan salah satu kemajuan terbesar dalam sejarah Google Search,” jelas Google, dalam pernyataan resmi.
Perusahaan teknologi Google.
Kebanggaan diri Google memang cukup beralasan. Pasalnya, inti dari layanan Google Search adalah memahami maksud pengguna, dan sering kali pengguna mereka menuliskan pertanyaan yang ambigu ketika menggunakan layanan tersebut.
Google mencontohkan bahwa BERT dapat memahami lebih baik pencarian pengguna di Search yang menanyakan ‘can you get medicine for someone pharmacy?’ (secara harfiah berarti ‘bisakah kamu mendapatkan obat untuk apotek seseorang?’). Karena pertanyaan tersebut tidak cukup logis untuk dipahami algoritma komputer, layanan Search menginterpretasi pertanyaan tersebut sebagai tata cara mengambil obat di apotek.
Namun, dengan bantuan BERT, sekarang Google Search dapat memahami bahwa maksud pertanyaan pengguna lebih baik menjadi ‘apakah seseorang boleh menggantikan mengambil obat dari pasien yang bersangkutan?’
Contoh penerapan teknologi BERT di Google Search.
Sebelumnya, BERT telah diuji coba sejak 2018 dan resmi dirilis secara global pada pekan lalu. Kini, Google telah membawa BERT ke Indonesia sehingga pencarian menggunakan Bahasa Indonesia hasilnya jadi lebih relevan sekarang.

Clara Marissa