Ceriwis

Mengapa Instagram Ingin Menghilangkan Jumlah Like?

Seseorang memotret logo Instagram.

Ceriwis – Instagram sebelumnya telah dikabarkan sedang menguji fitur sembunyikan jumlah like di postingan pengguna. Kini, Head of Instagram, Adam Mosseri, mulai membahas kemungkinan hadirnya fitur tersebut secara luas.

Dalam diskusi di acara CBS This Morning, Mosseri mempertimbangkan bagaimana meningkatkan pengalaman pengguna di Instagram dan cara mereka dalam melawan bullying di media sosial. Mosseri mengatakan Instagram memprioritaskan kenyamanan dan kesehatan penggunanya.

“Salah satu ide yang sedang kami uji saat ini adalah menyembunyikan jumlah like, sebagai contohnya, karena kami tidak ingin Instagram menjadi ajang persaingan,” ucap Mosseri, dilansir CNET.

“Kami ingin Instagram menjadi tempat orang-orang menghabiskan waktu untuk berhubungan dengan orang yang mereka cintai dan hal-hal yang mereka senangi,” sambungnya.

Logo aplikasi Instagram di smartphone Android.

Dalam pengujian yang telah dilakukan di sejumlah kawasan, Mosseri mengungkapkan pengguna dapat melihat jumlah like dari postingan mereka sendiri. Tapi, pengguna lain tidak akan bisa melihatnya.

“Jadi, kamu tidak bisa membanding-bandingkan (lewat jumlah like),” ujar Mosseri.

Selain itu, pengguna juga mungkin sudah mulai melihat notifikasi berisi peringatan sebelum dan sesudah mengirim suatu komentar bernada ofensif.

“Kami tidak memblokir Anda. Kami hanya mengatakan, ‘Hey, ini terlihat kurang baik, apakah Anda mau mengulangnya?” lanjut Mosseri.

“Ini masih dalam pengujian. Dan kami melihat orang-orang, tidak semuanya, masih minoritas tapi minoritas yang berarti, mulai mengubah apa yang mereka katakan dan mengucapkan hal-hal yang baik,” ungkapnya.

Adam Mosseri (tengah), Head of Instagram, bersama dua pendiri Instagram, Mike Krieger (kiri) dan Kevin Systrom (kanan).

Dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger, memutuskan untuk keluar dari perusahaan pada September 2018. Hal ini kemudian membuat Mosseri ditunjuk untuk memimpin Instagram. Dalam diskusi tersebut, Mosseri turut mengungkapkan kesannya dalam mengambil alih kepemimpinan di platform media sosial tersebut.

“Saya benar-benar sangat terkejut dan tersentuh oleh bagaimana reaksi orang-orang di Instagram untuk saya.. beberapa dari mereka seperti menunggu dan berpikir, ‘siapa orang ini, bisa apa dia?’ Dan saya pikir itu adil. Tapi, awalnya saya memperkirakan tensi yang lebih tinggi dibandingkan yang saya terima,” jelas Mosseri.

Satu hal yang sempat disinggung dalam diskusi itu juga adalah soal teknologi deepfakes atau pemalsuan wajah seseorang. Deepfakes menimbulkan kecemasan terhadap penyebaran informasi hoaks. Apalagi, ada satu video hoaks yang dimanipulasi dengan deepfakes dan menampilkan wajah CEO Facebook Mark Zuckerberg. Mosseri mengakui saat ini Instagram belum memiliki aturan terkait deepfakes.

Andika Gumilang

Tidak ada komentar