Mengapa Sikap Lebih Penting Daripada Kecerdasan

Image credit: Shutterstock

Bila menyangkut kesuksesan, mudah untuk berpikir bahwa orang-orang yang diberkati dengan otak encer pasti akan mudah mengungguli kita semua. Tapi penelitian baru dari Universitas Stanford akan mengubah pikiran kamu (dan sikap kamu).

Psikolog Carol Dweck telah menghabiskan seluruh kariernya untuk mempelajari sikap dan kinerja, dan penelitian terbarunya menunjukkan bahwa sikap kita adalah penentu yang lebih baik atas kesuksesan kamu daripada IQ kamu.

Dweck menemukan bahwa sikap dasar orang-orang tergolong ke dalam dua kategori: pola pikir yang tetap atau pola pikir yang berkembang.

Dengan pola pikir tetap, kamu percaya bahwa kamu adalah apa adanya kamu dan kamu tidak bisa berubah. Ini menimbulkan masalah ketika kamu ditantang karena apa pun yang tampaknya lebih daripada yang kamu bisa tangani pasti akan membuat kamu merasa putus asa dan kewalahan.

Orang-orang dengan pola pikir berkembang percaya bahwa mereka bisa meningkat dengan usaha. Mereka mengungguli mereka yang dengan pola pikir tetap, bahkan ketika mereka punya IQ yang lebih rendah, karena mereka merangkul tantangan, memperlakukannya sebagai kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru.

Akal sehat akan menyarankan bahwa memiliki kemampuan, seperti pintar, itu menggugah kepercayaan diri. Memang, tapi hanya ketika segalanya berlangsung mudah. Faktor penentu dalam hidup adalah bagaimana kamu menangani kemunduran dan tantangan. Orang-orang dengan pola pikir berkembang menyambut kemunduran dengan tangan terbuka.

Menurut Dweck, sukses dalam hidup adalah tentang bagaimana kita menghadapi kegagalan. Dia menjelaskan pendekatan terhadap kegagalan dari orang-orang berpola pikir berkembang sebagai berikut,

“Kegagalan adalah informasi—kita melabelinya kegagalan, tapi itu lebih seperti, ‘Ini tidak berhasil, dan saya seorang pemecah masalah, jadi saya akan mencoba sesuatu yang lain.’”

Terlepas dari di sisi mana grafik kamu berada, kamu bisa melakukan perubahan dan mengembangkan pola pikir berkembang. Berikut ini adalah beberapa strategi yang akan menyempurnakan pola pikir kamu dan membantu kamu memastikan hal itu berorientasi perkembangan sebisa mungkin.

Jangan terus merasa tak berdaya.

Kita semua mengalami momen saat kita merasa tak berdaya. Ujiannya adalah bagaimana kita bereaksi terhadap perasaan itu. Kita bisa belajar darinya dan bergerak maju atau membiarkannya menjatuhkan kita. Ada banyak orang sukses yang tidak akan pernah berhasil jika saja mereka menyerah pada perasaan tidak berdaya: Walt Disney dipecat dari Kansas City Star karena dia “tidak punya imajinasi dan tidak punya ide bagus”, Oprah Winfrey dipecat dari pekerjaannya sebagai pembawa acara TV di Baltimore karena “terlalu emosional dalam cerita-ceritanya”, Henry Ford punya dua perusahaan mobil yang gagal sebelum berhasil dengan Ford, dan Steven Spielberg ditolak oleh Cinematic Arts School USC beberapa kali. Bayangkan apa yang akan terjadi jika orang-orang ini punya pola pikir tetap. Mereka pasti akan menyerah pada penolakan dan putus asa. Orang-orang berpola pikir berkembang tidak merasa tak berdaya karena mereka tahu bahwa untuk menjadi sukses, kita harus bersedia untuk gagal total dan kemudian segera bangkit kembali.

Bersemangatlah.

Orang-orang yang bersemangat mengejar renjana mereka tanpa henti. Selalu akan ada orang yang secara alamiah lebih berbakat daripada kamu, tapi apa yang kamu kurang dalam hal bakat, kamu bisa mengimbanginya dengan renjana. Renjana orang-orang yang bersemangat adalah apa yang mendorong pengejaran tanpa henti mereka pada kecemerlangan. Warren Buffet merekomendasikan untuk menemukan renjana sejati kamu menggunakan, apa yang dia sebut, teknik 5/25: Tuliskan 25 hal yang paling kamu pedulikan. Kemudian, coret 20 terbawah. 5 sisanya adalah renjana sejati kamu. Semua yang lain hanyalah pengalih perhatian.

Ambil tindakan.

Bukan berarti orang-orang berpola pikir berkembang mampu mengatasi ketakutan mereka karena mereka lebih berani daripada kita semua; hanya saja mereka tahu bahwa ketakutan dan kecemasan adalah emosi yang melumpuhkan dan bahwa cara terbaik untuk mengatasi kelumpuhan ini adalah dengan mengambil tindakan. Orang-orang berpola pikir berkembang itu bersemangat, dan orang-orang bersemangat itu tahu bahwa tidak ada yang namanya momen yang benar-benar sempurna untuk bergerak maju. Jadi mengapa menunggu? Mengambil tindakan mengubah semua kekhawatiran kamu tentang kegagalan menjadi energi positif yang terfokus.

Lalu bekerja lebih keras.

Orang yang bersemangat mencurahkan diri mereka semua, bahkan pada hari-hari terburuk mereka. Mereka selalu mendorong diri untuk bekerja lebih keras. Salah satu murid Bruce Lee berlari tiga mil setiap hari bersamanya. Suatu hari, mereka akan sampai di tanda tiga mil ketika Bruce mengatakan, “Ayo lari dua mil lagi.” Muridnya lelah dan berkata, “Saya akan mati kalau saya lari dua mil lagi.” Jawaban Bruce? “Kalau begitu lakukan saja.” Muridnya menjadi sangat marah sehingga dia menyelesaikan lima mil penuh. Lelah dan marah, dia menghadapi Bruce tentang komentarnya, dan Bruce menjelaskannya seperti ini: “Berhentilah dan kamu mungkin sebaiknya mati saja. Jika kamu selalu memberi batas pada apa yang bisa kamu lakukan, fisik atau apa pun, itu akan menyebar ke dalam seluruh kehidupan kamu. Itu akan menyebar ke dalam pekerjaan kamu, ke dalam moralitas kamu, ke dalam seluruh diri kamu. Tidak ada batas. Ada dataran tinggi, tapi kamu tidak boleh tetap di sana; kamu harus melampauinya. Jika itu membunuh kamu, itu akan membunuh kamu. Seorang pria harus terus-menerus melampaui tingkatannya.”

Jika kamu tidak sedikit lebih baik setiap hari, maka kamu kemungkinan besar sedikit lebih buruk—dan kehidupan seperti apa itu?

Harapkan hasil.

Orang-orang berpola pikir berkembang tahu bahwa mereka akan gagal dari waktu ke waktu, tapi mereka tidak pernah membiarkan hal itu menjauhkan mereka dari mengharapkan hasil. Mengharapkan hasil membuat kamu termotivasi dan mendorong siklus pemberdayaan. Lagi pula, jika kamu tidak berpikir kamu akan berhasil, lalu mengapa repot-repot?

Jadilah fleksibel.

Semua orang menghadapi kesulitan tak terduga. Orang-orang dengan pola pikir  yang berorientasi pada perkembangan merangkul kesulitan sebagai sarana untuk perbaikan, bukannya sesuatu yang membuat mereka mundur. Ketika ada situasi tak terduga yang menantang seseorang yang bersemangat, mereka akan bersikap fleksibel sampai mereka mendapatkan hasil.

Jangan mengeluh bila segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan.

Mengeluh adalah tanda yang jelas dari orang berpola pikir tetap. Orang berpola pikir berkembang akan mencari kesempatan dalam segala hal, jadi tidak ada ruang untuk mengeluh.

Satukan semuanya

Dengan melacak bagaimana kamu menanggapi hal-hal kecil, kamu bisa bekerja setiap hari untuk mempertahankan diri kami di sisi kanan dari grafik di atas. (Travis Bradberry)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *