Ceriwis

Mengharukan, Bulan Agustus Menjadi Pertemuan Terakhir Antara Xanana Gusmao dengan Habibie

Mantan presiden Indonesia dan presiden BJ Habibie datang ketika dia tiba untuk menghadiri upacara untuk secara resmi membuka kedutaan besar Australia yang baru di Jakarta, Indonesia 21 Maret 2016.
Ceriwis – Presiden ke-3 RI BJ Habibie dikenal sangat dekat dengan Presiden Pertama Timor Leste, Jose Alexandre ‘Xanana’ Gusmao. Ada momen haru saat keduanya bertemu terakhir kali yang videonya viral di hari pemakaman Habibie, Kamis (12/9).
Sekretaris pribadi Habibie, Rubijanto, mengungkapkan, pertemuan terakhir kedua sahabat itu terjadi di bulan Agustus lalu. Saat itu, Xanana sengaja datang menjenguk Habibie yang dirawat untuk kelima kalinya sekaligus memberikan undangan.
“Beliau (Habibie) diundang oleh Xanana untuk menghadiri peringatan referendum 20 tahun (Timor Leste), 30 Agustus,” kata Rubijanto di kediaman Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9).
Awalnya, Habibie berniat untuk datang. Namun, karena kondisi kesehatannya yang tengah menurun, ia terpaksa membatalkan agenda kunjungan tersebut. Xanana lalu menjenguk Habibie dan terjadilah momen haru sebagaimana dalam video di atas.
“Xanana sendiri yang hadir di Jakarta,” ucap Rubijanto.
“Sangat disayangkan sekali Bapak tidak bisa menghadiri (undangan) karena kesehatannya, di mana di Timor Timur (sekarang Timor Leste -red) sudah disiapkan untuk acara-acara yang cukup berterima kasih dari Timor Timur, karena dari beliau bisa merdeka,” imbuhnya.
Rubijanto menjelaskan, kedekatan Habibie dengan Xanana awalnya terjalin saat Habibie menjabat sebagai kepala negara. Saat itu, kata Rubijanto, Habibie ingin agar seluruh tahanan Orde Baru dibebaskan termasuk tahanan politik.
“Pak Xanana ini salah satu di antaranya. Dengan demikian, Pak Xanana sangat berterima kasih. Karena beliau tidak tahu menahu, tapi dikeluarkan oleh Pak Habibie,” ucap Rubijanto.
“Dengan demikian, kita bayangkan, betapa terharunya dengan kebijakan dan keputusan Pak Habibie (saat itu),” imbuhnya.
Nama besar Habibie yang begitu besar membuat masyarakat Timor Leste mendedikasikan sebuah jembatan dan taman dengan nama Habibie. Namun, menurut Rubijanto, hingga saat ini Habibie belum pernah melihat jembatan dan taman tersebut.
“Pak Habibie belum pernah melihat, belum pernah tahu, karena beliau dalam keadaan terbaring. Saya sudah dapat value-nya dari dubes Timor Leste di Jakarta, tapi belum sempat saya laporkan,” pungkasnya.
Xanana adalah anak seorang guru yang lahir di Manatuto, Timur Leste –yang saat itu masih bernama Timor Timur–, 73 tahun yang lalu. Di tahun 1968, ia direkrut oleh angkatan bersenjata Portugal, yang menduduki Timor Leste, untuk mengikuti wajib militer.
Tiga tahun kemudian, Xanana kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi nasionalis yang dipimpin Jose Ramos Horta. Pada masa perjuangan kemerdekaan Timor Leste dari Portugal, Xanana sempat dipenjara karena terlibat dalam fraksi Fretilin.
Fretilin lalu mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste dengan nama ‘Republik Demokratik Timor Timur’ pada 28 November 1975 dan bergabung dengan Indonesia beberapa hari kemudian. Selama masa-masa setelahnya, Xanana menjadi salah satu target pemerintah Indonesia.
Pada Mei 1993, Xanana disidang dan dijatuhi hukuman seumur hidup –dan kemudian menjadi 20 tahun lewat remisi dari Presiden ke-2 RI Soeharto. Usai Soeharto turun, Xanana dibebaskan oleh BJ Habibie di tahun 1999.
Setelah referendum pada 30 Agustus 1999, Timor Leste memilih untuk berpisah dari Indonesia dan menjadi negara merdeka. Pada Pemilu 2001, Xanana terpilih menjadi presiden pertama Timor Leste hingga 2007. Saat ini Xanana menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan Investigasi Strategis.
Peran BJ Habibie yang membebaskan tahanan-tahanan Orba sangat penting bagi Xanana. Dalam sebuah video yang viral di Twitter, Xanana terlihat menjenguk Habibie dan mencium keningnya.

Melanie Putri