Ceriwis

Muhammadiyah: BJ Habibie Adalah Sosok Yang Membawa Indonesia ke Era Modern dan Maju

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Ceriwis – Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya BJ Habibie, Presiden ke-3 RI di RSPAD Jakarta, pukul 18.05 WIB. Muhammadiyah turut kehilangan tokoh penting bangsa Indonesia.
“Habibie adalah Presiden pertama di era reformasi yang meletakkan dasar demokratisasi yang menjadi tonggak bagi Indonesia baru,” tutur BJ Habibie dalam keterangan tertulis, Selasa (11/9).
Haedar menyebut, meski terkait dengan Orde Baru dan orang terdekat Soeharto, Habibie justru tampil menjadi negarawan dan demokrat yang kata sejalan tindakan. Sehingga Habibie ibarat buku terbuka yang bersedia menerima kritik publik secara elegan.
“Habibie juga Presiden sekaligus tokoh bangsa yang dengan pendidikan Jerman-nya yang ahli pesawat terbang membuka lembaran baru Indonesia yang modern dan maju,” terang Haedar.
“Dia sosok moralis dan rasional yang memadukan imtak (iman takwa) dan iptek yang sangat relevan bagi bangsa Indonesia di era modern.”

– Haedar Nashir

Menurutnya, tidak banyak tokoh utama di Republik ini yang memiliki karakter dan kualitas lengkap sebagai negarawan, sekaligus tokoh kemajuan yang menjadi idola dan role-model generasi muda bangsa lintas.

“Semoga bangsa Indonesia belajar dari Pak Habibie,” pungkasnya.
BJ Habibie wafat dalam usia 83 tahun. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Patra Kuningan, Jaksel, dan dimakamkan di samping makan istrinya, Ainun, di Taman Makan Pahlawan Kalibata.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (kedua dari kiri) melihat jenazah BJ Habibie.

Andika Gumilang