Ceriwis
Home » Sport » Osvaldo Haay, Pemain Emas Timnas Terbaik yang Sempat ‘Cabut’ dari Timnas

Osvaldo Haay, Pemain Emas Timnas Terbaik yang Sempat ‘Cabut’ dari Timnas

Baru-baru ini setelah Liga 1 diketahui siapa pemenangnya, PSSI juga mengajar beberapa pemain Indonesia dengan gelar individu. Para pesepakbola yang berlaga di kompetisi teratas mendapat sejumlah penghargaan, mulai sepatu emas untuk top skore, pelatih terbaik, sampai the best young player. Dari sekian aktor lapangan hijau masuk nominasi, terselip satu nama mengejutkan yang menjadi pemenangnya, dia adalah punggawa Persebaya Surabaya Osavaldo Haay.

Seperti yang diketahui pemuda asal Papua itu merupakan pemain yang sebetulnya sempat ‘terbuang dari Timnas’ untuk Asian Games 2018. Namanya kalah dengan nama-nama baru macam Stefano Lilipaly, Irfan Jaya dan Febri Hariyadi.Bahkan penampilannya yang kerap under perform, sempat membuat Osvaldo di diolok-olok para netizen sebagai pesepakbola titipan.

Jahat memang, tapi kini ia membuktikan kalau bisa menjadi yang terbaik di sepak bola tanah air. Dan berikut Ceriwis berikan ulasan tentang bagaimana kegemilangan

Kalahkan kapten Timnas, Osvaldo jadi pemain muda terbaik Liga 1

Seperti yang telah diungkapkan di awal tadi, Osvaldo merupakan salah satu punggawa Persebaya yang diganjar gelar individu musim ini. Dirinya terpilih menjadi pemain muda terbaik Liga 1 musim 2018/2019. Kegemilangan ini juga menjadi bukti kalau mantan punggawa Persipura ini memang merupakan pesepakbola yang potensial.

Valdo dan penghargaan [Sumber Gambar]

Selain itu, gelar ini juga membuatnya mengungguli pemain muda lain yang masuk nominasi seperti Hansamu Yama dari Barito Putera dan punggawa Persib Bandung Febri Hariyadi. Dan torehan ini menjadi yang pertama dalam kariernya di percaturan sepak bola nasional. Kalau konsisten mungkin ia bisa memperolehnya lagi.

Catatan manis Osvaldo antarakannya kepada gelar

Bagi Osvaldo torehan positif ini tidaklah didapatkannya dengan mudah atau bahkan secara magic bim salabim saja. Ada sejumlah catatan bagus dan perjuangan keras yang mengiringi gelar yang didapatkan tersebut. Seperti salah satu contohnya kala ia harus berangkat dari bangku cadangan Persebaya sebelum di akhir musim banyak diturunkan sebagai pemain inti.

Aksi Osvaldo Haay [Sumber Gambar]

Transforamsi posisi juga mengiringi langkahnya mulai dari sayap sampai penyerang tengah. Tapi, semua perjuangan itu berbuah manis tatkala, dalam 21 laga ia sukses membuat 10 gol dan sempat menciptakan rekor dengan tiga gol dalam satu pertandingan. Berkat kegemilangan juga Persebaya di bantu terhindar dari Zona Degradasi.

Dilasnir dari laman Jawapos.com, faktor lain menjadikannya pemain terbaik adalah teknik dan skill, tetapi juga statistis, leadership, dan pengaruhnya ke tim secara menyeluruh. Kemudian apakah ia bisa menjadi role model bagi pemain yang lain,” jelas Manajer Media dan Humas PT LIB, Hanif Marjuni

Tawaran trial di luar negeri datang menghampiri

Hal positif lain dari kegemilangannya tersebut juga membuatnya kini mulai kebanjiran tawaran trial (latihan) dari sejumlah klub. Dikabarkan kesebelasan yang meminatinya berasal dari wilayah mancanegara. Dilansir Ceriwis dari Bola.com, ungkap pemain 20 tahun tersebut klub yang tertarik kepadanya berasal dari Malaysia, Thailand, Jepang, dan ada yang Eropa.

Valdo berlatih [Sumber Gambar]

Meski sebetulnya menjadi sesuatu yang bagus, namun pemain sepat bermain di banyak posisi itu mengaku lebih memprioritaskan klubnya sekarang Persebaya Surabaya. Keinginannya itu kabarnya kini belum mendapatkan respon dari manajemen klub Bajol Ijo, apakah dikontrak lagi atau dilepaskan. Kalau menurut kalian bagaimana sobat bermain di Indonesia atau luar?.

Pemain yang berangkat dari pertandingan Tarkam

Sebagai berlian baru di kancah sepak bola nasional, karier Osvaldo bisa dikatakan tidaklah langsung mulus. Dilansir Goal.com, keinginannya menjadi pesepakbola sempat ditentang orang tuanya lantaran menganggap kalau olahraga ini tidak menjanjikan. Tapi lantaran tekad kuat dan selalu percaya bisa hidup dengan sepak bola akhirnya ia sukses masuk skuad Persipura 2015.

Osvaldo berseragam Persipura [Sumber Gambar]

Sebelum bisa membuat lompatan besar di Persipura, bakat Osvaldo ditemukan di kompetisi bola antar kampung. Claudio Barcelos de Jesus yang mengamatinya di laga-laga tarkam di Jayapura akhirnya memboyongnya untuk mengikuti seleksi di tim Mutiara Hitam. Setelah mampu lolos, Osvaldo jalani debut di kompetisi Piala Bayangkara lalu setelahnya sukses membawa Persipura jadi terbaik di ajang Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Menilik apa yang ditorehkan oleh Osvaldo agaknya membuktikan kalau setiap kerja keras memang tidaklah pernah menghianati hasil. Selain itu, kesuksesan juga mempertegas kalau bukan label Timnas saja yang menjadikan seorang pesepakbola bisa jadi terbaik di olahraga ini. Semoga apa yang dilakukan oleh Osvaldo dapat menginspirasi kalian jadi pemenang dalam segala hal.

Newsmaker

Add comment

window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({flush: true});