Ceriwis

Pegiat HAM Diincar Cyber Melalui WhatsApp

Ceriwis – WhatsApp hari Selasa mengatakan bahwa usaha pembobolan yang mereka alami menunjukkan ciri yang berasal dari aksi pemerintah memakai teknologi mata-mata buatan swasta untuk mengincar pegiat HAM.

WhatsApp menyebut telah memberitahu Departemen Kehakiman Amerika untuk membantu investigasi dan menganjurkan semua pengguna WhatsApp untuk memperbaharui aplikasinya ke versi terbaru yang celah keamanannya sudah ditambal.

WhatsApp yang digunakan oleh 1,5 milyar orang setiap bulannya, mengklaim tingkat privasi dan keamanan aplikasinya sangat tinggi berkat enkripsi ujung ke ujung sehingga baik WhatsApp sendiri mau pun pihak ketiga tidak bisa membaca pesan-pesan yang masuk.

WhatsApp mengaku masih melakukan investigasi atas pembobolan ini namun yakin ‘hanya beberapa pengguna yang diincar lewat celah ini oleh aktor yang cukup pandai’

Tetapi WhatsApp tetap menyarankan kepada para pengguna untuk memperbaharui aplikasi. WhatsApp tidak mengungkap berapa banyak pengguna yang terdampak.

Andika Gumilang