Ceriwis

Penyakit Diabetes Berisiko Lebih Tinggi untuk Orang Bertubuh Pendek

Ilustrasi diabetes.
Ceriwis – Keranjingan mengonsumsi minuman bersoda dengan kandungan gula yang tinggi, malas berolahraga serta tidur tidak teratur merupakan beberapa penyebab seseorang bisa mudah terkena penyakit diabetes. Nah, selain gaya hidup dan pola makan yang tak sehat, penyakit ini ternyata juga terkait dengan postur tubuh seseorang.
Para peneliti baru saja menemukan fakta bahwa orang-orang berpostur tubuh pendek ternyata memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit diabetes dibandingkan mereka yang bertubuh jenjang atau tinggi. Hasil studi para peneliti tersebut telah diterbitkan di jurnal Diabetologia, demikian laporan Medical Daily.
Ilustrasi manusia bertubuh jenjang.
Riset tersebut menganalisis risiko diabetes pada wanita yang memiliki tinggi badan di bawah 157,8 cm hingga di atas 168,1 cm. Sementara pada pria, orang-orang yang terlibat dalam penelitian ini memiliki tinggi badan di bawah 169,7 cm hingga di atas 180,3 cm. Dalam riset ini, peneliti memfokuskan pada tinggi para responden dalam posisi duduk. Selain itu, mereka juga mengukur panjang kaki para responden.
Hasilnya bagi para responden pria, setiap 10 cm tinggi ekstra yang mereka miliki mungkin mengurangi risiko diabetes tipe 2 sekitar sebesar 41 persen. Sementara bagi para responden wanita, setiap 10 cm tinggi ekstra mungkin mengurangi risiko diabetes tipe 2 sekitar sebesar 33 persen. Dengan kata lain, riset ini menemukan bahwa orang-orang yang bertubuh pendek memiliki risiko tertinggi terkena penyakit ini.
Illustrasi Diabetes
Dalam riset ini, hampir 26.000 pria dan wanita paruh baya dilibatkan untuk membandingkan antara tinggi badan dan risiko diabetes pada mereka. Mereka juga mempertimbangkan sejumlah faktor seperti usia, gaya hidup, latar belakang pendidikan, dan lingkar pinggang masing-masing responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih pendek memiliki peluang lebih besar mengidap diabetes karena perlemakan hati atau liver fat. Selain itu, disebutkan pula tekanan darah dan kolesterol tinggi serta resistensi terhadap insulin pada orang bertubuh pendek juga menjadi faktor risiko mereka terkena diabetes.
“Hal ini mengindikasikan bahwa risiko diabetes yang lebih tinggi ditemukan pada responden dengan lingkar pinggang yang lebih besar, kondisi yang tentunya berlawanan dengan keuntungan memiliki postur tubuh yang tinggi, terlepas apakah lingkar pinggang yang lebih besar disebabkan oleh pertumbuhan atau karena terlalu banyak mengonsumsi kalori,” terang para peneliti sebagaimana dikutip dari Medical Daily.
Ilustrasi lingkar pinggang.
Berdasarkan hasil riset ini, para peneliti kemudian mengimbau kepada para pakar kesehatan untuk memasukkan tinggi badan ke proses screening dalam menentukan risiko seseorang terkena diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Namun, bagi orang-orang yang berpostur tubuh mungil alias pendek, sebaiknya jangan buru-buru panik terhadap temuan ini. Menurut Gail Melkus, peneliti sekaligus dekan di Rory Meyers College of Nursing New York University, hasil penelitian yang mengatakan orang bertubuh pendek memiliki risiko tinggi mengidap diabetes harus ditafsirkan dengan hati-hati.
Kepada CNN, Melkus mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut hanya didapatkan melalui analisis data sekunder. Artinya, para peneliti tidak melakukan pengamatan pada sekelompok orang tersebut secara langsung dengan memantau kehidupan mereka dalam jangka waktu tertentu.
Melkus juga mengimbau kepada orang-orang yang berpostur tubuh tinggi untuk tidak terlalu percaya diri. Mereka tetap harus diimbau untuk memiliki gaya hidup sehat karena bukan tidak mungkin mereka juga bisa terkena diabetes tipe 2 akibat menjalani gaya hidup yang sembarangan, terlepas dari hasil studi asal Jerman itu.

Richard Samuel