Ceriwis

Perbedaan pusing dan sakit kepala, kamu kira sama aja kan? baca deh

Ceriwis – Tak jarang ketika disela-sela aktivitas sehari-hari seseorang akan merasakan gangguan pada bagian kepala. Biasanya penyakit yang datang secara tiba-tiba ini berupa pusing dan sakit kepala.

Masih ada banyak orang yang keliru dan menganggap kedua gangguan ini merupakan sebuah penyakit yang sama. Padahal sebenarnya pusing dan sakit kepala ini adalah dua penyakit yang berbeda, meski keduanya sama-sama menyerang area kepala.

Jika seseorang tidak dapat membedakan antara kedua penyakit ini, tentu akan berdampak pada pengarahan diagnosis bagi dokter. Ditakutkan kekeliruan dalam menafsirkan rasa sakit di bagian kepala ini akan menyebabkan masalah yang lebih jauh. Bukannya sembuh, malah semakin parah.

Nah untuk mencegah hal tersebut, yuk coba pelajari mengenai perbedaan sakit kepala dan pusing yang dilansir Ceriwis dari hellosehat.com, Kamis (22/3).

1. Sensasi yang muncul dan dirasakan.

foto: loopvanuatu.comKedua gangguan ini memang menyerang di satu lokasi yang sama yakni kepala. Akan tetapi sensasi yang muncul tidaklah sama. Orang yang mengalami kepala pusing akan merasakan berbagai sensasi seolah akan pingsan atau goyah seperti limbung dan kehilangan keseimbangan, kepala terasa berat, penglihatan kabur serta badan lemas. Kondisi ini dapat menjadi semakin parah bila gejalanya menyebabkan seseorang merasa lingkungan sekitarnya terasa seperti bergerak atau berputar (vertigo).

Sedangkan pada orang yang menderita sakit kepala sensasi yang dirasakan adalah adanya denyutan di sekitar kepala. Baik di bagian samping kiri dan kanan kepala atau di bagian kepala lainnya. Rasa sakit ini meliputi rasa nyeri seakan-akan sedang dipukul-pukul atau kepala terasa diikat dengan kencang.

 

2. Bedasarkan penyebabnya.

foto: maccablo.comPenyebab datangnya kedua penyakit bisa dikarenakan berbagai hal. Seperti pada sakit kepala yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer umumnya disebabkan oleh aktivitas berlebihan atau adanya masalah pada struktur kepala yang sensitif terhadap nyeri dan juga adanya perubahan aktivitas kimia pada otak. Sakit kepala utama ini dibagi lagi menjadi 3 tipe, yakni tension headaches (nyeri seperti diikat tali ketat di kepala), migrain (sakit kepala sebelah), cluster headaches (sakit kepala parah yang biasanya terasa di sekitar satu area mata). Sementara sakit kepala sekunder dikarenakan adanya penyakit lain yang merangsang rasa sakit kepala muncul antara lain seperti penyakit glaukoma, penggumpalan darah, dehidrasi, serangan panik, influenza, kekurangan gizi dan masih banyak lagi.

Sama seperti halnya sakit kepala sekunder, pusing juga diakibatkan oleh kondisi lain yang mendasarinya. Namun pusing tidak memiliki perbedaan tipe seperti sakit kepala. Rasa sakit pusing juga umumnya dapat dirasakan pada seluruh bagian kepala. Beberapa penyakit atau kondisi yang menyebabkan pusing adalah tekanan darah endah, vertigo, anemia, gangguan kecemasan, penyakit saraf atau karena buruknya sirkulasi udara dan lainnya.

 

3. Pengobatan yang dilakukan.

foto: abetterbackclinic.comPenyakit yang mengakibatkan sakit kepala dan pusing memanglah berbeda. Maka sudah tentu pengobatannya pun akan berbeda. Untuk sakit kepala primer yang ringan dapat disembuhkan tanpa mengonsumsi obat. Namun ada juga yang harus disembuhkan dengan menggunakan obat pencegah munculnya nyeri sakit kepala. Beberapa pengobatan alternatif seperti akunpuntur, meditasi dan terapi perilaku kognitif juga bisa membantu mengobati sakit kepala.

Sementara sakit kepala sekunder biasanya hanya memerlukan tes kesehatan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sakit kepala yang mendasarinya. Dengan demikian diperlukan rekomendasi dan konsultasi dari dokter terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku untuk gangguan pusing pada kepala, dimana seseorang harus melakukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi penyakit yang mendasarinya.

Editor Baik

Tidak ada komentar