Ceriwis

Perusahaan Tik Tok Akan Buat Smartphone Sendiri

Ilustrasi aplikasi Tik Tok.

Ceriwis – Perusahaan pengembang aplikasi asal China, Bytedance, membeberkan rencana menggarap perangkat smartphone sendiri. Bytedance, yang merupakan perusahaan pengembang aplikasi streaming video Tik Tok, memiliki ambisi untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Dilansir Financial Times, smartphone ByteDance bakal diisi aplikasi-aplikasi bawaan besutan mereka, termasuk aplikasi penyedia berita, video pendek, dan game. Menurut Bytedance, trik itu cukup menarik untuk menggaet konsumen pertamanya.

Seorang sumber mengatakan bahwa pendiri ByteDance, Zhang Yimin, telah lama berencana untuk merealisasikan hal ini. Sebagai langkah awalnya, Bytedance telah mengakuisisi beberapa paten milik produsen ponsel pintar asal China bernama Smartisan dan merekrut sejumlah staf untuk divisi pengembangan gadget.

Aplikasi Tik Tok.

Bytedance merupakan salah satu startup paling bernilai di dunia. Saat ini, valuasinya berada di atas 75 miliar dolar AS. Walau begitu, sejumlah pihak meragukan rencana Bytedance dalam menggarap smartphone sendiri akan berjalan sukses.

Pasalnya, banyak perusahaan teknologi yang gagal berbisnis smartphone buatan sendiri. Hal itu bahkan terjadi pada perusahaan besar seperti Amazon dan Facebook.

“Pada dasarnya, mereka tidak memiliki ruang untuk menguasai pasar,” kata Jia Mo, salah satu analis di perusahaan Canalys, dilansir Financial Times.

“Mereka tidak memiliki pengalaman dan keunggulan dalam pasokan rantai. Kemungkinan mereka akan berhasil sangat kecil,” lanjutnya.

Ilustrasi aplikasi Tik Tok.

Senada dengan hal itu, Wang Xi, peneliti IDC China, mengatakan pasar perangkat keras di China sangat kompetitif. Berarti, setiap pendatang baru harus merayu pengguna dengan harga rendah dan konten menarik yang dimiliki.

“Jadi jika mereka benar-benar akan menempuh jalan ini, saya pikir mereka mungkin akan membakar uang pada awalnya dan mencoba untuk memperbaikinya melalui layanan nanti,” katanya.

Terkait laporan ini, ByteDance belum mau memberikan komentar soal spekulasi tersevyt. Namun, sepertinya cukup menarik untuk melihat apakah bisnis hardware ByteDance bisa sesukses bisnisnya di pasar software.

Melanie Putri