Ceriwis

Raih Hadiah Rp 221 Miliar, OG Kembali Jadi Juara Dota 2 The International

OG raih gelar juara turnamen Dota 2 The International 2019.
Ceriwis – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada tim eSports Dota 2 yang berhasil mempertahankan gelar juara turnamen The International. Mereka yang memecahkan rekor ini adalah OG, dan tim ini berhak menerima hadiah sebesar 15.603.133 dolar AS atau sekitar Rp 221 miliar.
Hadiah utama yang diterima OG menjadi hadiah terbesar dalam sejarah turnamen eSports. Itu sekitar 45,5 persen dari total hadiah kompetisi The International 2019 yang mencapai 34.292.599 dolar AS (setara Rp 487 miliar).
OG dan Team Liquid beradu dalam pertandingan final Dota 2 The International 2019.
OG sukses mempertahankan gelar juaranya usai memenangi partai puncak melawan rivalnya di Eropa dan juga jawara The International edisi 2017, Team Liquid, pada Minggu (25/8). Pertarungan kedua tim ini cukup menarik, karena OG sempat kalah di pertandingan pertama dalam babak final The International 2019.
Tim Dota 2 OG diisi dengan formasi pemain Jesse “JerAx” Vainikka, Johan “N0tail” Sundstein, Anathan “ana” Pham, Sébastien “Ceb” Debs, dan Topias “Topson” Taavitsainen. Sementara Team Liquid terdiri dari Amer “Miracle-” Al-Barkawi, Aliwi “w33” Omar, Ivan “MinD_ContRoL” Ivanov, Maroun “GH” Merhej, dan Kuro “KuroKy” Salehi Takhasomi.
OG dalam pertandingan final Dota 2 The International 2019.
Kekalahan di ronde pertama memicu semangat OG untuk menang di pertandingan berikutnya. Dan benar saja, tiga permainan berturut-turut mereka kunci dengan kemenangan.
Skor 3-1 pada pertandingan keempat sudah tak bisa dikejar lagi oleh Team Liquid, sehingga piala The International 2019 jadi milik OG. Meski gagal menang dan hanya menjadi runner-up turnamen, Team Liquid berhak membawa pulang hadiah 4.458.038 dolar AS atau sekitar Rp 63 miliar.
Team Liquid dalam pertandingan final Dota 2 The International 2019.
Selain rekor penerima hadiah terbesar dalam sejarah kompetisi eSports, OG juga menjadi tim eSports Dota 2 satu-satunya yang berhasil mempertahankan gelar juara The International dua tahun berturut-turut, 2018 dan 2019. Selama The International berlangsung sejak 2011, belum pernah ada satupun tim yang mampu melakukannya.
The International 2019 sendiri untuk pertama kalinya diselenggarakan di benua Asia, yang sebelumnya digelar di Jerman (2011), AS (2012-2017), dan Kanada (2018). Untuk edisi 2019 ini, Shanghai, China, dipercaya Valve sebagai tuan rumah turnamen.

Bella Priscilla