Ceriwis

RS BP Realisasikan Teknologi Blockchain Guna Meningkat Pelayanan Kesehatan

Penandatanganan MoU antara RS BP Batam, dClinic International, Deloitte South East serta JP Consulting terkait penerapan teknologi berbasis blockchain

Ceriwis – Dalam rangka meningkatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RS BP) Batam, Kepulauan Riau bersama dClinic International, Deloitte South East serta JP Consulting melakukan kesepakatan terkait pengembangan teknologi berbasis blokchain dengan nama “Public Healthcare Blokchain (PHB)”.

Penandatanganan nota kesepahaman sendiri resmi dilakukan pada 24 Mei 2019 di RS Batam. Ini merupakan kali pertama layanan kesehatan berbasis blockchain diterapkan di Indonesia.

Blokchain biasanya digunakan di sektor keuangan. Teknologi ini pertama kali diterapkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto untuk memfasilitasi bitcoin. Namun pesatnya perkembangan teknologi yang pesat membuat blokchain juga telah diterapkan di sektor kesehatan. Massachusetts General Hospital, top 5 RS di Amerika Serikat dan Taipei Medical University Hospital yang terletak di Taiwan adalah contoh RS yang telah menerapkan teknologi ini.

Blockchain adalah rangkaian sistem terpadu dalam penyimpanan dan pengambilan data yang aman dari konsumen atau pasien catatan kesehatan elektronik (EHR). Teknologi ini memungkinkan pihak rumah sakit untuk menyimpan catatan atau rekam medis seorang pasien dengan lebih akurat sehingga setiap institusi kesehatan bisa saling terhubung.

Dengan demikian, RS BP Batam nantinya dapat mengetahui rekam medis seorang pasien saat dirawat di rumah sakit lain atau sebaliknya. Selain itu, blokchain juga dapat melakukan monitor pemberian resep obat, mendesain rencana pengobatan dan menciptakan pasar penelitian medis yang lebih terbuka.

“Dengan mempersatukan perusahaan-perusahaan melalui sistem blockhain diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan maksimal dan proaktif kepada konsumen di seluruh Indonesia,’ jelas CEO dClinic Dr. Richard Satur.

Mendapat Tanggapan Positif

Pengaplikasian blokchain di RS BP Batam diharapkan menjadi ‘role model‘ bagi manajemen RS di seluruh Indonesia dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat. Pemerintah pun memberikan dukungan dengan cara melakukan pengawasan penuh.

“Pemerintah Indonesia mengawasi penuh pelaksanaan proyek ini agar semua berjalan dengan lancar,” ujar Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran, Dr. Edi Prio Pambudi.

Saat ini penerapan PHB (Public Healthcare Blockchain) baru dilakukan di RS BP Batam. Namun ke depannya, dClinic juga siap memperluas kolaborasinya dengan pemerintahan dan organisasi lainnya untuk mengeksplor penerapan PHB di daerah lain di Indonesia dan bahkan dunia.

“Kami yakin solusi dClinic, dikombinasikan dengan keahlian dan fasilitas yang disediakan oleh Otoritas BP Batam dan Rumah Sakit BP Batam, dapat mempercepat pelaksanaan pelayanan kesehatan yang efektif untuk pasien bukan hanya di Batam saja, tetapi juga seluruh Indonesia,” tutur Direktur RS BP Batam, Dr. Sigit Riyarto M. Kes.

Tak hanya dari pihak RS, Ketua Otoritas Zona Bebas Batam Indonesia (BIFZA), Edy Putra Irawadi juga menyampaikan apresiasinya. Hal ini dikarenakan kerja sama yang dilakukan oleh RS BP Batam dan pihak terkait selaras dengan visi Batam sebagai “Show Case” bagi Ekonomi Digital Indonesia.

“dClinic akan membawa Solusi Blockchain (PHB) Kesehatan Publik pertama di Indonesia ke Premier Data Center BP Batam untuk mendukung terciptanya Zona Ekonomi Digital, Zona Medis Khusus, Pusat Logistik, dan Zona Pendidikan Khusus 4.0 di Batam,” ungkap Ketua Otoritas Zona Bebas Batam Indonesia (BIFZA), Edy Putra Irawadi.

Richard Samuel