Sederhanakan Segalanya Untuk Hidup yang Sehat dan Panjang Umur

Be the bonsai. Luciano Lozano/Flickr RM/Getty Images

Saya sering kali diminta nasihat medis oleh teman-teman, anggota keluarga, bahkan kenalan baru: Bagaimana dengan diet ini? Apa yang harus saya lakukan dengan gejala ini? Bagaimana dengan obat ini?

Orang biasanya kecewa ketika saya tidak sama-sama antusiasme dengan mereka soal mode kesehatan terbaru. Anggota keluarga saya, khususnya, sering kali kewalahan dengan nasihat medis saya.

Saya akan menjadi yang pertama untuk mengakui bahwa saya tidak selalu melakukan pekerjaan besar dalam menyampaikan mengapa saya skeptis dengan teknologi medis terbaru, laporan berita kesehatan dan mode terbaru dan bahkan gejala-gejala dalam masyarakat. Sebagian besar karena dalam pengalaman saya, begitu banyak tentang kesehatan tidaklah sesederhana itu.

Lagi pula, kebanyakan gejala tidak bisa dijelaskan, setidaknya pada tingkat detail yang kita semua inginkan. “Apa yang menyebabkan gejala saya?” tanya teman, keluarga dan pasien kepada saya. Apakah itu virus? Bakteri? Penyumbatan arteri?

Terlepas dari semua ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran, apa yang dokter lakukan lebih soal membuat dugaan yang ilmiah. Terutama dalam perawatan primer, sering kali adalah soal memainkan probabilitas ketimbang memberikan informasi diagnostik yang tepat.

Tapi pencegahan itu berbeda. Kami tahu banyak tentang hal itu, berdasarkan pada banyak sekali penelitian epidemiologi. Sebagian besar pencegahan cukup mudah. Kita pernah mendengar nasihatnya terus-menerus. Bahkan, pengulangan mungkin membuatnya mudah terabaikan.

Tapi, saya akan ambil risiko itu, dan memberitahukan lagi bahwa benar-benar tidak ada jalan pintas untuk kesehatan. Inilah yang perlu dilakukan:

  • Tidur yang cukup.
  • Gerakkan tubuh sepanjang hari.
  • Makan dengan baik—berbagai macam makanan sehat. Sebagian besar tumbuh-tumbuhan, dan jangan terlalu banyak. (Sebuah ide yang dipopulerkan oleh penulis Michael Pollan.)
  • Berinteraksi sosial. Isolasi tidak bagus untuk tubuh, jiwa, atau pikiran.
  • Luangkan waktu untuk merenungkan apa yang kita syukuri.

Baru-baru ini saya telah menemukan beberapa sumber yang berguna dalam menyampaikan pesan-pesan ini. Satu adalah serangkaian buku dan ide-ide tentang apa yang disebut Zona Biru di dunia. Jika kamu belum pernah mendengar tentangnya, Zona Biru adalah tempat-tempat di dunia di mana orang-orang mengalami kehidupan yang paling sehat dan paling panjang umur.

Orang-orang di masyarakat ini sering kali hidup melampaui usia 100 tahun:

  • Okinawa, Jepang
  • Ikaria, Yunani
  • Sardinia, Italia
  • Nicoya, Kosta Rika
  • Loma Linda, California.

Di tempat-tempat ini, orang punya obat pencegahan dalam kehidupan mereka, sebagian besar bahkan tanpa perlu memikirkan tentang hal itu. Kegiatan sehari-hari mereka melibatkan makanan sehat yang kaya tanaman lokal, berjalan kaki ke kebanyakan tempat, dan banyak interaksi sosial antargenerasi.

Menariknya, orang-orang di masyarakat ini umumnya minum alkohol. Tapi mereka membatasinya sampai satu atau dua gelas sehari. Juga, mereka biasanya makan daging—tapi tidak terlalu sering dan dalam porsi yang kecil. (Loma Linda mungkin pengecualian, dengan populasi besar kaum Advent Hari Ketujuh.)

Satu hal yang mungkin tidak akan mengejutkan kita: orang-orang di Zona Biru tidak makan gula halus. Mereka melewatkan makanan kemasan yang kita terlatih untuk memakannya karena murah dan banyak tersedia.

Meringkas tema-tema ini secara visual dalam “under two minutes” adalah permata lain dari laboratorium ide Dr. Mike Evans dari Toronto. Kita telah melihat beberapa video lainnya di sini. Saya menyukainya. Tontonlah salah satu video di bawah ini, dan ikuti nasihatnya. Itulah yang saya coba lakukan dalam kehidupan saya sendiri. (John Schumann)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *