
13th January 2011
|
 |
Ceriwis Lover
|
|
Join Date: Dec 2010
Location: TM#77
Posts: 1,503
Rep Power: 264
|
|
Saat ke Singapura, Wajah Gayus "Sony" Belum Populer
Foto paspor Sony Laksono
Quote:
TEMPO Interaktif, Jakarta - Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta beralasan, wajah Gayus Halomoan Tambunan alias Sony Laksono bisa lolos ke Macau dan Singapura pada 24 dan 30 September 2010 lalu karena status dia belum dicekal Keimigrasian. Selain itu, wajah Sony Laksono belum begitu populer sehingga Imigrasi tak mengenali paspor itu.
" Petugas Imigrasi enggak kenal Gayus. Duluan mana dia ke Singapura atau ke Bali" kata Dirman Sukardi, Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, kepada Tempo Rabu, (12/1).
Menurut Dirman, wajah Gayus sebagai Sony Laksono populer setelah ke Bali nonton pertandingan tenis dan menginap di The Westin Resort Nusa Dua pada November lalu. Sementara Sony alias Gayus pergi plesir ke luar negeri pada September sebulan sebelumnya.
Karenanya, Dirman mengaku pusing dengan mencuatnya Gayus yang seolah-olah menurutnya hanya kesalahan Imigrasi. "Ini kan negara kesatuan keamanan di bandara sebagai batas wilayah Indonesia ini pengamananya tidak hanya Imigrasi sendirian,"kata Dirman.
Menyangkut pengawasan Gayus misalnya Dirman menyebut juga menjadi tugas kepolisian, BIN, BAIS. Sejauh ini, katanya lagi, tim investigasi masih melakukan tugasnya, pemeriksaan sudah dilakukan sampai tingkat komandan unit di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.
Jenjang pemeriksaannya adalah petugas yang mengecap paspor, atasannya supervisor dan komandan unit, setelah itu kepala bidang pendaratan."Kalau dia mencla-mencle saya juga diperiksa sebagai atasannya, tapi sejauh ini belum,"kata Dirman.
Kepala Bidang Pendaratan Agus Wijaya saat ini sudah pindah dan bertugas di Imigrasi Aceh.
Dirman juga berkilah, kalau toh dikatakan ada 'pelolosan' itu tidak diketahuinya, "Saya tugasnya tidak di lapangan, hanya dilaporkan petugas di bawah" ujarnya.
Gayus dicekal Imigrasi atas permintaan Kepolisian, dia dilarang keluar negeri sejak 31 Maret sampai 2011.
|
|