Ceriwis

Sinyal Seluler Belum Ada di Sejumlah Tititk di Ibu Kota Baru

Potret udara kawasan Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Ceriwis – Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai calon ibu kota baru Indonesia. Namun, beberapa wilayah di sana masih belum ada sinyal telekomunikasi atau blank spot.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Santoso mengatakan, ada tiga wilayah calon pusat pemerintahan yang saat ini sudah mereka survei kondisi jaringan telekomunikasinya. Tiga wilayah yang dimaksud adalah Pemaluan, Bumi Harapan, dan Bukit Raya.
Menurut hasil surveinya, kondisi di sana sudah diselimuti jaringan telekomunikasi 4G. Namun, ada juga beberapa jalur yang menghubungkan daerah-daerah tersebut tidak memiliki sinyal seluler sama sekali alias blank spot.
“Untuk blank spot nanti ada beberapa jalur, karena posisi itu di antara dua desa (Bumi Harapan dan Bukit Raya), jadi di antara dua desa itulah nanti yang diperkuat. Karena daerah-daerah itu yang banyak blank spot-nya,” ujar Budi saat ditemui di kantornya.
Budi Santoso, Kepala Dinas Kementerian Komunikasi dan Informatika Penajam Paser Utara.
Meski begitu, secara keseluruhan Kabupaten Penajam Paser Utara disebutnya sudah didukung jaringan telekomunikasi 2G hingga 4G. Masyarakat di sana juga sudah banyak yang memanfaatkan data 4G untuk membuka internet.
“(Di Penajam Paser Utara sudah) 3G. Kalau untuk 4G-nya sepanjang jalur dari Penajam sampai Kecamatan Babulu, Kalau untuk yang ke sana masih ada beberapa yang 4G, tapi sebagian ada yang 3G” tambahnya.
Ismu Widodo, GM Consumer Sales Telkomsel Regional Kalimantan, dan Budi Santoso, Kepala Dinas Kominfo Penajam Paser Utara.
Upaya Telkomsel di Calon Ibu Kota Baru
Sementara salah satu operator seluler di Indonesia, Telkomsel, sudah menyatakan kesiapannya membangun jaringan telekomunikasi di calon ibu kota baru. Mereka juga sudah memantau tiga wilayah tersebut, termasuk Kelurahan Riko.
Telkomsel saat ini sudah memiliki satu site infrastruktur jaringan di Bukit Raya, satu site di Bumi Harapan, dua site di Pemaluan, dan dua site di Riko.
“Intinya kami dari Telkomsel sudah menyiapkan infrastruktur pendukung, karena terus terang titik ibu kota ada di mana kita belum tahu. Tapi sambil menyiapkan itu, kami menyediakan infrastruktur,” ungkap Rahmad Putra Jaya, GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan.
Rahmad Putra Jaya, GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan.
Selain itu, Telkomsel juga akan memperkuat jaringan di sejumlah jalur lalu lintas di Kalimantan Timur. Total ada tiga jalur yang jadi fokus utama perusahaan untuk memperkuat layanan telekomunikasinya, yakni jalur lintas Balikpapan-Samarinda, jalur tol Balikpapan-Samarinda, dan jalur lintas Sepaku-Penajam.
Jalur lintas non-tol Balikpapan-Samarinda dibangun 170 base transceiver station (BTS), sementara jalur lintas Sepaku-Penajam telah dipasang 170 BTS. Kemudian untuk jalur tol Balikpapan-Samarinda, Telkomsel bakal menyiapkan 120 BTS yang akan dibangun.
Hingga akhir 2019, Telkomsel berjanji akan menambah 1.800 BTS baru di Kalimantan. Dari semua BTS yang akan ditambah tersebut, 400 BTS di antaranya bakal Telkomsel tempatkan di Kalimantan Timur.

Richard Samuel