Ceriwis

Tahukah Kamu? Jika Orang Optimistis Punya Kualitas Tidur Lebih Baik Loh

Ilustrasi bangun tidur.
Ceriwis – Banyak keuntungan jadi orang optimistis. Salah satunya, mereka yang optimistis punya kualitas tidur lebih baik.
Banyak keuntungan jadi orang yang optimistis. Salah satunya, menurut riset terbaru, mereka yang optimistis punya kualitas tidur yang lebih baik.
Riset itu dilakukan tim peneliti dari University of Illinois, Amerika Serikat. Hasilnya telah dipublikasikan di jurnal Behavioral Medicine pada 24 Juli 2019.
Dalam riset, tim periset mempelajari data 3.548 responden berusia antara 32 sampai 51 tahun di AS. Data para responden didapat para peneliti dari studi Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA).
Ilustrasi tidur.
Dalam studi CARDIA, para responden diminta untuk melaporkan kualitas tidurnya selama dua kali setiap lima tahun. Mereka diminta menyebut rata-rata jam tidurnya dan apakah menderita simtom insomnia.
Sedangkan untuk mengetahui tingkat optimisme responden, tim peneliti membuat suatu survei berisi 10 pertanyaan. Dari situ peneliti menilai tingkat optimisme para responden.
Selanjutnya tim peneliti melakukan penilaian hubungan antara optimisme dengan kualitas tidur. Ini mereka lakukan dengan menggunakan analisis regresi multivariat.
Tim peneliti menemukan bahwa responden dengan tingkat optimisme yang tinggi punya kecenderungan untuk tidur selama enam sampai sembilan jam tiap malam.
“Hasil riset ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara optimisme dengan kualitas berdasarkan penilaian beberapa variabel, seperti karakteristik sosiodemografi, kondisi kesehatan, dan simtom depresi,” kata Rosalba Hernandez, pemimpin riset, kepada Medical News Today.
“Kurangnya tidur berkualitas adalah masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Sebab, tidur dengan kualitas yang buruk berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti risiko obesitas, hipertensi, dan penyebab kematian lainnya,” sambung dia.
Ilustrasi tidur.
Berhubung temuan ini didasarkan pada pengamatan, para peneliti tidak bisa mengungkap alasan di baliknya. Meski begitu, periset punya dugaan mengapa tingkat optimisme tinggi bisa meningkatkan kualitas tidur seseorang, karena ia mampu menurunkan rasa cemas pada pikiran dan ini membuat tidur semakin berkualitas.
“Orang optimistis cenderung lebih mungkin untuk secara aktif memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah dan menafsirkan kejadian buruk dalam cara yang lebih positif. Ini menurunkan rasa cemas pada pikiran selama siklus tidur mereka,” kata Hernandez.
“Optimisme disposisional, rasa percaya bahwa hal positif akan terjadi di masa depan, telah muncul sebagai suatu aset psikologi bagi kesehatan yang lebih baik,” imbuh dia.

Clara Marissa

Tidak ada komentar