Ceriwis

Terungkap Sudah, Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Sejumlah peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 mengeakan pakaian adat dari berbagai daerah di Monas.

Ceriwis – Ada bermacam-macam suku yang hidup di Indonesia. Tapi, meski berasal dari suku-suku yang berbeda, orang-orang Indonesia sebenarnya memiliki nenek moyang dari satu tempat yang sama.

Menurut Herawati Sudoyo, peneliti genetika dari Lembaga Eijkman, genetika manusia modern yang hidup di Indonesia berasal dari Afrika. Hal ini berdasarkan pada hasil penelitiannya yang mempelajari DNA manusia Indonesia modern dan mengelompokkannya dalam populasi genetik yang disebut haplogroup.

Herawati menyampaikan hal itu dalam acara Kajian Sains Populer Asal-usul Manusia Indonesia di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (25/7). “Manusia itu pada dasarnya hanya punya satu ras, yaitu Homo sapiens. Sehingga, seharusnya tak ada alasan menjadi rasis. Manusia itu pada dasarnya berkerabat dekat, akibat rekonstruksi silsilah populasi. Manusia modern itu berasal dari Afrika,” ujar Herawati dalam acara tersebut.

Menurut Herawati, ada beberapa gelombang migrasi yang membentuk masyarakat Indonesia sekarang. Herawati mengatakan bahwa adanya gelombang migrasi yang membentuk latar belakang genetik Nusantara bisa diketahui menggunakan tiga marka genetika. Adapun tiga marka itu adalah, DNA mitokondria, kromosom Y, dan autosom.

Prof. Herawati Sudoyo.

Gelombang migrasi pertama adalah kelompok Homo sapiens yang bermigrasi ke semenanjung Arab, India, lalu sampai ke Indonesia 50.000 tahun silam. Ia menjelaskan bahwa ini bisa dibuktikan dengan temuan kerangka di Sarawak, Malaysia, yang diduga berumur antara 34.000 sampai 46.000 tahun.

Selanjutnya gelombang migrasi kedua datang dari wilayah Vietnam sekitar 30.000 tahun lalu. Lalu migrasi ketiga adalah kedatangan manusia berbahasa Austronesia dari Formosa atau Taiwan. Kedatangan manusia modern dari Taiwan ini terjadi sekitar 5.000 tahun lalu.

Prof. Herawati Sudoyo.

Herawati menambahkan bahwa migrasi selanjutnya terjadi ketika agama Hindu mulai menyebar di Nusantara. Menurutnya, kejadian ini menghasilkan sejumlah haplogroup dari Asia Selatan yang bisa ditemukan di Indonesia. Haplogroup itu masih bisa ditemukan dalam frekuensi rendah di Bali, Jawa, Borneo, dan Sumatra.

Penyebaran Islam dari Arab juga menambah keragaman genetik orang Indonesia. Selain itu, ada temuan haplogroup O-M7 yang merupakan marka Tiongkok, tambah Herawati.

“Secara geografis, Indonesia itu punya peran penting sebagai penghubung daratan Asia dengan pulau-pulau Pasifik. Jawaban pertanyaan asal-usul didapat melalui rekonstruksi 50.000 tahun pergerakan populasi manusia Nusantara dalam studi yang melibatkan 100 populasi etnik dari 19 pulau menggunakan penanda DNA,” kata Herawati.

“Hasil studi mtDNA dan kromosom Y menunjukkan periode hunian awal di kepulauan Nusantara berkisar antara 70-50 ribu tahun lalu. Jadi begitulah, berdasarkan ketiga marka genetika populasi tersebut, tidak ada kelompok yang memiliki komposisi gen 100 persen tanpa campuran,” imbuh dia.

Melanie Putri