Ceriwis

Transportasi Daring Bolt Kembali Masuk London

Bolt

Ceriwis – Perusahaan transportasi daring Bolt dari Estonia, yang hingga awal 2019 bernama Taxify, hari Selasa kembali memasuki London, dengan menjanjikan ongkos lebih murah ke penumpang dan bayaran lebih baik ke pengemudi dibandingkan Uber.

Kembalinya Bolt dilakukan sebulan setelah para supir Uber di London mengikuti sederetan unjuk rasa memprotes kesenjangan antara kondisi pekerjaannya dengan valuasi masif 82 milyar dolar AS yang diterima Uber saat debut di bursa saham.

“Uber pada dasarnya adalah monopoli. Di saat bersamaan, rata-rata seorang supir Uber mendapat penghasilan di bawah upah minimum,” kata pendiri Bolt, Markus Villig kepada Reuters.

Uber mengambil potongan 25% dari para pengemudi yang memakai aplikasinya. Bolt menjanjikan potongan di London untuk dua bulan pertama sebesar 7,5% kemudian 15% dengan alasan pengemudi yang senang akan memberikan jasa yang lebih baik.

Bolt yang merebut bisnis Uber di Eropa Tengah dan Timur serta kota-kota besar Afrika, memiliki lebih dari 25 juta klien di 30 negara tempatnya beroperasi.

Usaha Bolt masuk London pertama kali disetop oleh regulator transportasi yang menolak memberikan izin tahun 2017.

Melanie Putri