Ceriwis

Zohri disebut ‘Orang besar’ oleh Presiden Jokowi, karena ini

Ceriwis – Sepulangnya ke Indonesia, Selasa (17/7) kemarin, Lalu Muhammad Zohri mendapat sambutan luas usai menjadi juara nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia. Zohri pun diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (18/7).

Dalam pernyataannya usai menerima Zohri, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan untuk terus meningkatkan prestasi olah raga atletiknya. “Saya titip bahwa prestasi ini jangan berhenti. Tapi terus ditingkatkan dengan kegigihan, latihan, dengan jadwal latihan yang lebih padat lagi sehingga kita harapkan nanti betul-betul memberikan yang terbaik,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, prestasi yang diraih Zohri merupakan bekal bagi Indonesia menapak ke kompetisi di Asian Games 2018 maupun pada kejuaran kejuaraan besar lainnya. “Sekali lagi saya sangat bangga dan rakyat sangat bangga. Dan mengucapkan kasih atas prestasi yang telah diberikan Zohri kepada bangsa dan negara ini,” kata Presiden Jokowi.

Dalam keterangannya Presiden Jokowi mengungkapkan ada sesuatu yang agak mengganjal mendengar jawaban Zohri atas pertanyaan apakah bersedia ke Istana Presiden. “Agak mengganjal di hati saya saat Zohri diwawancarai apa mau ke Istana, apa jawaban Zohri, mau banget ketemu orang besar,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, hal itulah yang mengganjal hatinya. “Ini yang keliru, orang besarnya bukan di sini tapi Zohri. Dia yang orang besar karena dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan fasilitasnya, dengan ambisi yang besar, dengan kerja keras, dengan kegigihan, Zohri bisa memenangkan kejuaraan dunia bergengsi,” jelasnya.

Menurut Jokowi, juara dunia lari 100 meter U20 merupakan prestasi yang luar biasa yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia. “Ini sebuah prestasi yang sekali lagi, seluruh rakyat bangga kepada Zohri,” kata Jokowi.

Berikut pernyataan Jokowi seperti diunggah di akun resmi Facebooknya:

“Lalu Muhammad Zohri, juara dunia lari 100 meter usia di bawah 20 tahun kelahiran Nusa Tenggara Barat, sudah pulang ke Tanah Air. Rasanya ada yang mengganjal saat membaca wawancaranya di media. Kata Zohri, ia bangga apabila dapat bertemu dengan “orang besar”.

Siapa yang dia maksud orang besar itu? Presiden. Saya.

Maka siang ini saya pun bertemu Zohri di di Istana Kepresidenan Bogor. Ia datang dengan mengenakan jaket putih bawahan merah, berkalungkan medali emas yang diraihnya. Saya mengajak Zohri berkeliling halaman istana sembari berbincang-bincang. Sungguh saya bangga atas prestasi anak muda ini.

Tapi ini yang keliru. Orang besarnya itu bukan di sini. Bukan saya, tapi Zohri. Dialah orang besar itu. Karena dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, dengan ambisi yang besar, kerja keras, dan kegigihan ia bisa menjadi juara dunia.

Saya berpesan kepada Zohri agar tak lekas berpuas diri. Tetap giat berlatih menghadapi Asian Games 2018 dan pertandingan-pertandingan besar lainnya.”

Editor Baik